{"id":1039,"date":"2026-07-18T14:26:45","date_gmt":"2026-07-18T14:26:45","guid":{"rendered":"https:\/\/ayamgeprekbento.id\/blogzone\/?p=1039"},"modified":"2026-07-18T14:26:45","modified_gmt":"2026-07-18T14:26:45","slug":"resep-nastar-1-2-kg-panduan-lengkap-membuat-kue-nastar-lezat-dan-lumer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ayamgeprekbento.id\/blogzone\/resep-nastar-1-2-kg-panduan-lengkap-membuat-kue-nastar-lezat-dan-lumer\/","title":{"rendered":"Resep Nastar 1\/2 Kg: Panduan Lengkap Membuat Kue Nastar Lezat dan Lumer"},"content":{"rendered":"<h1>Resep Nastar 1\/2 Kg: Panduan Lengkap Membuat Kue Nastar Lezat dan Lumer<\/h1>\n<p>Kue nastar merupakan salah satu kue tradisional Indonesia yang selalu hadir ketika momen-momen spesial seperti Lebaran dan Natal. Dengan cita rasa adonan yang lembut dan lumer serta manisnya selai nanas, kue nastar selalu menjadi favorit banyak orang. Dalam artikel ini, kita akan membahas resep nastar untuk porsi 1\/2 kg tepung terigu, lengkap dengan panduan langkah demi langkah agar Anda bisa membuat kue nastar yang tidak hanya lezat tetapi juga memanjakan lidah.<\/p>\n<h2>Bahan-Bahan yang Dibutuhkan<\/h2>\n<p>Sebelum memulai proses pembuatan, pastikan Anda sudah menyiapkan semua bahan berikut:<\/p>\n<h3>Bahan Kulit Nastar:<\/h3>\n<ul>\n<li>250 gram mentega atau margarin berkualitas baik<\/li>\n<li>50 gram gula halus<\/li>\n<li>2 butir kuning telur<\/li>\n<li>1\/2 kg tepung terigu protein rendah<\/li>\n<li>50 gram susu bubuk<\/li>\n<li>1\/4 sendok teh vanili bubuk<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Bahan Isi Nastar (Selai Nanas):<\/h3>\n<ul>\n<li>2 buah nanas matang ukuran sedang, parut halus<\/li>\n<li>200 gram gula pasir<\/li>\n<li>kayu manis 3 cm<\/li>\n<li>4 butir cengkeh<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Bahan Olesan Nastar:<\/h3>\n<ul>\n<li>2 butir kuning telur<\/li>\n<li>1 sendok teh susu cair<\/li>\n<li>1 sendok teh minyak sayur<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Cara Membuat Nastar yang Lezat dan Lumer<\/h2>\n<h3>1. Membuat Selai Nanas<\/h3>\n<ol>\n<li><strong>Parut nanas<\/strong>: Gunakan parutan dan parut nanas hingga halus. Pastikan untuk tidak ada serat kasar yang tersisa. Ini akan membantu mendapatkan tekstur selai yang halus.<\/li>\n<li><strong>Masak nanas<\/strong>: Tempatkan nanas yang sudah diparut dalam wajan. Masak dengan api sedang.<\/li>\n<li><strong>Tambahkan kayu manis, cengkeh, dan gula<\/strong>: Saat air dari nanas mulai menyusut, tambahkan gula pasir, kayu manis, dan cengkeh. Aduk rata.<\/li>\n<li><strong>Masak sampai kering<\/strong>: Teruskan memasak dan aduk hingga selai mengental dan bisa dipulung. Ini biasanya memerlukan waktu 30-45 menit.<\/li>\n<li><strong>Dinginkan selai<\/strong>: Setelah matang, biarkan selai dingin lalu bentuk bulatan kecil-kecil sesuai dengan ukuran nastar yang Anda inginkan.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>2. Membuat Adonan Kulit Nastar<\/h3>\n<ol>\n<li><strong>Campur mentega dan gula<\/strong>: Kocok mentega dan gula halus hingga lembut dan berwarna pucat.<\/li>\n<li><strong>Tambahkan telur<\/strong>: Masukkan kuning telur satu per satu sambil dikocok perlahan hingga tercampur rata.<\/li>\n<li><strong>Ayak dan campurkan tepung<\/strong>: Ayak tepung terigu, susu bubuk, dan vanili bubuk. Kemudian tambahkan sedikit demi sedikit ke dalam adonan mentega sambil diaduk dengan spatula hingga kalis dan tidak lengket.<\/li>\n<li><strong>Dinginkan adonan<\/strong>: Bungkus adonan dengan plastik wrap dan simpan dalam lemari es selama 30 menit agar mudah dibentuk.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>3. Membentuk dan Memanggang Nastar<\/h3>\n<ol>\n<li><strong>Panaskan ovennya<\/strong>: Panaskan oven pada suhu 150 derajat Celsius.<\/li>\n<li><strong>Bentuk nastar<\/strong>: Ambil sedikit adonan, pipihkan di telapak tangan, beri isi selai nanas, lalu bulatkan kembali hingga selai tertutup sempurna oleh adonan.<\/li>\n<li><strong>Letakkan di atas loyang<\/strong>: Susun nastar di atas loyang yang sudah dialasi kertas roti atau diolesi margarin tipis.<\/li>\n<li><strong>Oleskan kuning telur<\/strong>: Campur kuning telur, susu cair, dan minyak, lalu oleskan di atas permukaan nastar menggunakan kuas untuk memberi warna mengkilap saat dipanggang.<\/li>\n<li><strong>Panggang<\/strong>: Panggang nastar dalam oven selama 20-25 menit atau hingga berwarna keemasan. Angkat dan dinginkan.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Tips Sukses Membuat Nastar yang Lumer<\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Gunakan mentega berkualitas<\/strong>: Untuk mendapatkan tekstur nastar yang lumer, gunakan mentega dengan kualitas baik atau kombinasikan dengan margarin.<\/li>\n<li><strong>Jangan overmix adonan<\/strong>: Agar nastar tidak keras, cukup aduk adonan hingga tercampur rata.<\/li>\n<li><strong>Tes selai<\/strong>: Pastikan selai benar-benar kering agar tidak keluar saat dipanggang.<\/li>\n<li><strong>Perhatikan suhu oven<\/strong>: Panggang pada suhu yang tepat agar nastar matang merata dan tidak pecah.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dengan mengikuti panduan ini, Anda siap untuk memukau keluarga dan teman<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Resep Nastar 1\/2 Kg: Panduan Lengkap Membuat Kue Nastar Lezat dan Lumer Kue nastar merupakan salah satu kue tradisional Indonesia yang selalu hadir ketika momen-momen spesial seperti Lebaran dan Natal. Dengan cita rasa adonan yang lembut dan lumer serta manisnya selai nanas, kue nastar selalu menjadi favorit banyak orang. Dalam artikel ini, kita akan membahas<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[541],"class_list":["post-1039","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-resep-nastar-1-2-kg"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ayamgeprekbento.id\/blogzone\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1039","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ayamgeprekbento.id\/blogzone\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ayamgeprekbento.id\/blogzone\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ayamgeprekbento.id\/blogzone\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ayamgeprekbento.id\/blogzone\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1039"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ayamgeprekbento.id\/blogzone\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1039\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1041,"href":"https:\/\/ayamgeprekbento.id\/blogzone\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1039\/revisions\/1041"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ayamgeprekbento.id\/blogzone\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1039"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ayamgeprekbento.id\/blogzone\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1039"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ayamgeprekbento.id\/blogzone\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1039"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}